Medan, IDN Times - Jejak perkembangan Islam di Medan ditandai dengan masjid-masjid berusia lebih dari seratus tahun. Masjid-masjid ini tak sekadar tempat ibadah. Tapi kini juga menjadi ikon kota Medan. Maka masjid-masjid ini juga dijadikan tempat wisata religi. Mereka menyimpan sejarah panjang di tanah deli. Berikut 5 Masjid tertua di kota Medan, yuk Simak!1. Masjid Al OsmaniIDN Times/Doni Hermawan Masjid Al Osmani berada di Jalan KL Yos Sudarso kilometer 19,5 Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, yang dibangun pada tahun sejarahnya, Masjid ini dibangun oleh Raja Deli, Sultan Osman Perkasa Alam, yang saat ini usia masjid telah ratusan masjid ini dominan dengan warna kuning dan hijau, serta bagian dalam masjid juga berwarna kuning keemasan. Kalau untuk arsitekturnya, bangunan masjid ini banyak mengkolaborasikan negara terlihat pada pintu yang berornamen Tiongkok, dengan ukiran bangunan bernuansa India, dan arsitektur bernuansa Eropa, serta ornamen-ornamennya bernuansa Timur pekarangan masjid ini juga terdapat lima makam raja Deli, yaitu Tuanku Panglima Pasutan Raja Deli IV, Tuanku Panglima Gandar Wahid Raja Deli V, Sultan Amaluddin Perkasa Alam Raja Deli VI, Sultan Osman Perkasa Alam, dan Sultan Mahmud Perkasa Masjid Raya Al-MashunIDN Times/Doni Hermawan Masjid ini sering dikenal dengan nama Masjid Raya, yang terletak di Jalan Raja. Masjid dibangun pada tahun 1906, yang merupakan salah satu masjid termegah di ceritanya, Sultan Ma'mun Al Rasyid Perkasa Alam yang sebagai pemimpin Kesultanan Deli waktu itu, membangun masjid kerajaan dengan megah, dan lebih megah dari istananya sendiri, yaitu Istana dengan perpaduan gaya Timur Tengah, India dan Spanyol. Walaupun Masjid ini sudah berusia ratusan tahun, tapi masjid ini masih tetap berdiri kokoh dengan ornamen ternyata tak hanya itu saja. Para pengunjung juga bisa melihat keindahan Masjid yang masih mempertahankan ciri khasnya. Baca Juga Indahnya Masjid Raya Kejuruan Selesai Langkat yang Berusia 117 Tahun 3. Masjid Lama gang BengkokIDN Times/Doni Hermawan Masjid Lama gang Bengkok, dari namanya yang unik ini Masjid tersebut berasal dari sebuah gang yang memiliki bentuk bengkok di depan Masjid, sehingga dari situ nama rumah ibadah ini ini telah didirikan pada tahun 1880-an yang dibangun diatas tanah yang diwakafkan oleh Datuk Kesawan Haji Muhammad sejarahnya, ternyata selain tanahnya pendanaan bangunan masjid ditanggung oleh Tjong A Fie, saudagar membahas arsiktektur bangunan masjid ini, banyak perpaduan dari berbagai budaya. Terlihat pada sejumlah ornamen berwarna kuning dan hijau bergaya Melayu, atap masjid khas Tiongkok, dan bagian gapura serta mimbar bergaya Timur Masjid Agung Medanilustrasi Masjid Agung Medan Agung terletak di Jalan Pangeran Diponegoro, Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan. Masjid ini dibangun sekitar tahun beberapa kali renovasi tahun 1994 lalu. Masjid ini direnovasi lagi sejak 2016 lalu dan saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Menara masjid sedang dibangun setinggi 199 Meter. Konon merupakan menara tertinggi ke tiga di itu masjid juga akan diperindah dengan warna dominan putih dan hijau. Bakal jadi salah satu masjid Masjid Badiuzzaman SurbaktiMasjid Badiuzzaman di Kecamatan Medan Sunggal IDN Times/Indah Permata SariMasjid Raya Kedaulatan Sunggal atau dikenal juga dengan Masjid Badiuzzaman didirikan oleh Datuk Adir pada tahun 1630-an yang kemudian direnovasi pada tahun 1885, dimana saat itu Kedatukan Sunggal Serbanyaman dipimpin oleh Datuk Diraja banyak yang mengira Masjid ini berdiri tahun 1885. Padahal sudah ada tahun 1630an."Didirikan oleh Datuk Adir pada tahun 1630-an, kemudian seiring berjalanannya waktu pada tahun 1885 dibugarkan jadi sebesar ini, jadi dulunya mesjid ini kecil hanya sepetak dari 4 tiang yang ada di dalam masjid. Kemudian direnovasi konon katanya menggunakan putih telur, karena ketika itu tidak ada semen," ucap Ketua Badan Kenaziran Masjid BKM Masjid Badiuzzaman, Datuk Indra Jaya atau Datuk Panglima. Baca Juga Masjid Raya Kedatukan Sunggal Sejak 1630, Butuh Perhatian Pemerintah
Barubeberapa hari tiba di Ambon, Laskar Jihad langsung menggelar tabligh akbar di Masjid al-Fatah, masjid terbesar di Ambon pada 2 Juni 2000. Menggunakan tajuk "Kumandangkan Jihad untuk Mempertahankan Eksistensi Muslim dari Tipu Daya Muslihat Kaum Kristen", Laskar Jihad berhasil mengumpulkan ribuan orang pada salat Jumat.
TEMPOCO, Jakarta - Kelompok militan Negara Islam (IS) mengaku bertanggung jawab atas ledakan mematikan di daerah pemukiman penganut Syiah di Kabul, Jumat, 6 Agustus 2022.. Polisi Afghanistan mengatakan sedikitnya delapan orang tewas dan 18 luka-luka dalam ledakan itu. Kelompok militan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa 20 orang tewas dan terluka dalam serangan di Kabul barat itu.
Talibanmengungkapkan janjinya untuk memperkuat penjagaan di masjid-masjid Syiah di Afghanistan setelah serangan bom bunuh diri yang dilakukan ISIS. Selasa, 19 Juli 2022 Cari
Meskipunmembutuhkan dana tidak sedikit untuk bisa sampai ke Tolikara, saya meyakinkan Ustadz Abdul Wahab untuk bisa tiba di sana secepatnya, sebagai informasi saja, anggaran transportasi dari Jayapura ke Wamena lanjut ke Tolikara membutuhkan 3,5 juta rupiah, dengan medan cuaca yang tidak mudah dilintasi, butuh 4-5 jam menempuh perjalanan udara
.